Tuesday, May 14, 2013

Wirausaha dan kreativitas


Saat ini wirausahawan dituntut untuk lebih kreatif. Kreatif dalam menemukan pasar baru, mengembangkan produk baru serta mendapatkan jalur distribusi baru.  Kreativitas berbanding lurus dengan sesuatu yang baru.

Dikenal beragam jenis wirausaha atau the colorful of entrepreneurs, maksudnya wirausaha berasal dari berbagai latar belakang yang berbeda. Ada yang dari lingkungan wirausaha, ada juga yang berlatar belakang buruh tani atau tentara.  Ada wirausaha yang terbentuk, ada juga wirausaha yang dibentuk, dan ada juga wirausaha yang terlahir.  Ada wirausaha yang tidak lulus SD, tidak lulus SMU atau drop out perguruan tinggi karena asyik berbisnis.  Demikian pula ada wirausaha yang lulus sarjana, magister atau doktor.  Kesemuanya merupakan wirausaha yang berpotensi berhasil.

Telaah tulisan sebelumnya, adakah latar belakang yang paling baik ?  Sepertinya bukan latar belakang atau proses pembentukannya yang menjadi indikator keberhasilan seorang wirausaha.  Justru kinerja dan perilaku dalam berbisnis serta karya yang disumbangkan pada masyarakat dan negara lah yang akan menjadi indikator keberhasilan seorang wirausaha.
Mengapa kinerja, perilaku dan karya yang digunakan sebagai indikator keberhasilan seorang wirausaha?  Karena memang ujian menjadi seorang wirausaha sejati bukan di bangku sekolah atau pelatihan.  Ujian sesungguhnya bagi seorang wirausaha adalah ujian lapangan di pasar.

Seorang wirausaha yang berhasil tentu mempunyai entrepreneurship bagus.  Tetapi pernyataan tersebut tidak berlaku reversible bahwa seseorang yang mempunyai entrepreneurship bagus akan menjadi wirausaha berhasil.  Mengapa?  Karena jiwa wirausaha hanyalah modal dasar bagi seorang wirausaha.  Untuk menjadi wirausaha diperlukan beragam  modal  lain termasuk diantaranya kompetensi mengelola bisnis.

Profesional bisnis atau calon karyawan yang mendapat pembekalan entrepreneurship, termasuk di bangku sekolah dan kuliah, akan lebih mudah memahami dan menjalankan pemikiran dari wirausaha yang menjadi pemilik perusahaan. 

Mengutip pendapat dari Solomon dan Wislow (1988) tentang ciri-ciri wirausaha yang kreatif, diantaranya
  1. Pintar tetapi tak harus brilian
  2. Berkemampuan dalam menjalankan ide-ide yang berbeda dalam waktu yang singkat
  3. Memiliki pandangan positif terhadap diri sendiri
  4. Peka terhadap lingkungan dan perasaan-perasaan orang-orang yang ada disekitar
  5. Termotivasi oleh masalah-masalah yang menantang
  6. Dapat memendam keputusan sampai cukup fakta-faktanya terkumpul
  7. Menghargai kebebasan dan tidak hanya memerlukan persetujuan rekan-rekannya
  8. Fleksibel
  9. Lebih mementingkan arti dan implikasi sebuah problem daripada detailnya
Kesimpulannya seorang wirausaha tidak harus selalu berasal dari latar belakang pendidikan tertentu, tekad dan pintar menemukan peluang adalah hal utama. Selain itu kemampuan yang paling dibutuhkan oleh seorang wirausaha adalah bagaimana memunculkan ide dan bertindak secara kreatif serta kemampuan untuk mensugesti hal-hal positif dalam diri.

Destriani Mahmudah 

Artikel Tentang Kewirausahaan


Elly Muamillah
170103120044

KEWIRAUSAHAAN

Sosok kewirausahaan yang ideal dituntut mempunyai nilai-nilai kearah kualitas manusia yang semapan mungkin, dalam artian sangat memperhatikan struktur prioritas kewirausahaan yang terdiri dari empat lapisan yaitu :

·      Sikap Mental
Sikap mental merupakan elemen paling dasar yang perlu dijamin untuk selalu dalam keadaan baik. Unsur ini yang menentukan apakah orang menjadi sosok yang tinggi budi ataukah sebaliknya menjadi orang yang jahat dan culas. Orang baik budi merupakan kader pembangunan bangsa, sedangkan orang jahat akan menjadi beban masyarakat dari bangsa itu sendiri.
Tentu kita tidak ingin melihat bahwa banyak kejahatan dan keculasan merajalela di negeri ini. Itu sebabnya pembinaan sikap mental menjadi unsur penting dalam dunia kewirausahaan sekaligus dalam kehidupan. Selain menghadirkan sifat-sifat baik alamiah seperti kejujuran dan ketulusan, sikap mental mencakup juga segi-segi positif dalam motivasi dan proaktivitas.

v  Saran-saran berikut akan membantu wirausahawan untuk mengembangkan sikap mental yang baik :
. Para wirausaha adalah orang-orang yang mengetahui bagaimana menemukan kepuasan dalam pekerjaan dan bangga akan prestasinya. Tunjukan sikap mental yang positif terhadap    pekerjaan wirausahawan, karena sikap inilah yang akan ikut menentukan keberhasilan wirausahawan.
. Otak wirausahawan merupakan alat yang berdaya luar biasa. Menyediakan waktu beberapa saat setiap hari untuk renungan pikiran wirausahawan yang akan memungkinkan wirausahawan terarah pada kegiatan-kegiatan yang berarti.
. Kebanyakan orang membatasi pikiran-pikirannya pada problem-problem dan kegiatan- kegiatan sehari-hari. Gunakanlah imajinasi wirausahawan untuk meluaskan pikiran-pikiran wirausahawan dan cobalah berpikir yang besar-besar. Orang-orang yang dapat melihat gambaran besar adalah orang yang bersifat wirausaha dan merupakan calon-calon pemimpin bisnis maupun masyarakat.
. Rasa humor ikut mengembangkan sikap mental yang sehat. Terlalu serius dapat merugikan pekerjaan wirausahawan dan tidak sehat. Menunjukan rasa humor berpengaruh terhadap orang lain dengan jalan menyebarkan optimisme dan suasana yang santai.
. Pikiran wirausahawan haruslah terorganisasi dengan baik sekali dan mampu memfokuskan pada pelbagai problem. Wirausahawan haruslah mampu memindahkan perhatian wirausahawan dari satu problem ke problem lain dengan upaya yang minim.

·      Kepemimpinan.
Suatu pedoman bagi kepemimpinan yang baik adalah “perlakukanlah orang-orang lain sebagaimana wirausahawan ingin diperlakukan”. Berusaha membangkitkan suatu keadaan dari sudut pandangan orang lain akan ikut mengembangkan sebuah sikap tepo seliro.
Pengusaha yang berpeluang untuk maju secara mantap adalah yang memiliki jiwa kepemimpinan yang sangat menonjol. Ciri-ciri mereka biasanya sangat menonjol, dan sangat khas. Dimana keputusan dan sepak terjangnya sering dianggap tidak lazim dan lain dari pada umumnya pengusaha. Mereka “tampil beda”.
Salah satu contoh : adalah Kim Woo Chong, seorang Wirausahawan terkemuka di Korea, pendiri kelompok Daewoo. Kim tidak pernah terpengaruh oleh sepak terjang pengusaha-pengusaha lain dan ikut-ikutan mengejar trend bisnis yang ramai-ramai dilakukan orang.
Pada saat para pengusaha lain berlomba-lomba mencari pasar di Amerika dan Eropa, ia secara mengejutkan justru menerobos negara-negara tirai besi, seperti Rusia dan sekutu-sekutunya. Lebih mencengangkan lagi ia juga merangkul negara-negara yang sejauh ini sangat ditakuti dan diharamkan oleh negara-negara penganut kapitalisme seperti Libia dan Iran. Akan tetapi kenyataan membuktikan bahwa Kim benar. Dengan keputusannya itu ia, dan Daewoo berkembang menjadi salah satu konglomerat terbesar di Asia serta diperhitungkan dimana-mana termasuk Amerika dan Eropa.

a.    Perilaku Pemimpin

v  Perilaku pemimpin menyangkut dua bidang utama :
. Berorientasi pada tugas yang menetapkan sasaran, merencanakan dan mencapai sasaran.
. Berorientasi pada orang, yang memotivasi dan membina hubungan manusiawi.
v  Orientasi Tugas Seorang pemimpin dengan orientasi demikian cenderung menunjukan perilaku :
. Merumuskan secara jelas peranannya sendiri maupun peranan stafnya.
. Menentukan tujuan-tujuan yang sukar tapi dapat dicapai.
. Melaksanakan kepemimpinan secara aktif dalam merencanakan, mengarahkan,          membimbing dan mengendalikan kegiatan-kegiatan yang berorientasi pada tujuan.
. Berminat mencapai peningkatkan produktivitas. Orientasi Orang
v  Orang-orang yang kuat dalam orientasi orang cenderung akan menunjukan perilaku sebagai berikut :
. Menunjukan perhatian atas terpeliharanya keharmonisan dalam organisasi dan menghilangkan ketegangan, jika timbul.
. Menunjukan perhatian pada orang sebagai manusia dan bukan sebagai alat produksi saja.
. Menunjukan pengertian dan rasa hormat pada kebutuhan-kebutuhan, tujuan-tujuan dan keinginan-keinginan, perasaan dan ide-ide karyawan.
. Mendirikan komunikasi timbal balik dengan staf.
. Menerapkan prinsip penekanan ulang untuk meningkatkan prestasi karyawan.
. Mendelegasikan kekuasaan dan tanggung jawab, serta mendorong inisiatif.
. Menciptakan suatu suasana kerjasama dan gugus kerja dalam organisasi.


b. Tindakan Kepemimpinan

Saran-saran berikut akan dapat membantu wirausahawan meningkatkan kemampuan kepemimpinan wirausahawan :

Sekali wirausahawan telah mengambil keputusan, ambil tindakan secepat mungkin
Upaya-upaya wirausahawan dapat dilipat gandakan melalui bakat dan kemampuan staf wirausahawan. Untuk menjadi seorang pemimpin yang baik, wirausahawan harus mengetahui bagaimana dan kapan menggunakan kemampuan ini dari orang-orang yang mampu disekitar wirausahawan dan menyokong serta percaya pada wirausahawan sebagai pemimpin.

Wirausahawan akan memperoleh kepercayaan pada kemampuan kepemimpinan wirausahawan, jika wirausahawan memusatkan perhatian pada upaya meningkatkan kekuatan-kekuatan wirausahawan. Jauhilah situasi dimana kelemahan-kelemahan wirausahawan akan tampak.


Seorang pemimpin yang baik bersedia mengakui kesalahan-kesalahan dan mengubah rencana-rencana. Wirausahawan haruslah sadar bahwa keadaan selalu berubah dan penyesuaian-penyesuaian haruslah dibuat sewaktu-waktu.

·      Tata Laksana
Tata laksana merupakan terjemahan dari kata Management artinya pengelolaan. Yang perlu dimengerti disini adalah manajemen bukan semata-mata konsumsi para manajer saja. Setiap orang perlu manajemen apapun status dan jabatan orang tersebut. Bahkan ibu rumah tanggapun perlu manajemen untuk mengelola uang dapur dan belanjaannya. Tata laksana merupakan metode atau serangkaian cara dan prosedur. Gunanya jelas, yaitu untuk menghasilkan efektifitas dan efisiensi setiap pekerjaan, agar mendapatkan hasil yang baik dalam mutu serta tepat waktu dalam penyerahannya.
Berbeda dengan sikap mental dan kepemimpinan yang termasuk dalam klasifikasi nilai atau kualitas, maka manajemen merupakan pengetahuan yang bersifat praktis. Kalau sikap mental dan kepemimpinan berada di dalam jiwa, manajemen berada diluar mirip ketrampilan teknis.
Manajemen mempunyai arti yang amat luas. Kegunaannya juga sangat universal dan semua orang atau organisasi memerlukan manajemen. Banyak sekali kasus yang membuktikan bahwa bila manajemen terabaikan, maka sebuah organisasi akan menjadi kacau dan morat marit. Perusahaan tanpa manajemen yang baik, bisa dipastikan akan mengalami hambatan besar dalam perkembangannya. Oleh sebab itu, setiap orang yang ingin memulai usaha harus mewaspadai aspek tata laksana sedini mungkin. Mulailah kegiatan manajemen seketika pada saat perusahaan baru saja dimulai, sekecil apapun ukurannya.


·      Ketrampilan
Lapisan terluar dari struktur prioritas keWirausahaan adalah ketrampilan. Banyak pihak berpendapat, bahwa dengan berbekal penguasaan ketrampilan, seseorang akan bisa diharapkan menjadi seorang entrepreneur yang berhasil. Pendapat ini sebenarnya tidaklah terlalu salah, kalau dilihat banyak contoh yang membuktikan, misalnya seorang penjahit dengan ketrampilan yang dimiliki akhirnya bisa memiliki sebuah perusahaan pakaian jadi yang cukup besar.
Namun demikian, kalau wirausahawan mau meneliti lebih jauh, ternyata keberhasilan-keberhasilan itu sebenarnya bukan disebabkan oleh ketrampilan semata, melainkan lebih oleh jiwa kepemimpinan yang dimiliki si pengusaha. Leadership yang bersangkutan yang menuntun dan membawanya ke jenjang sukses.
Ada tiga hal yang memungkinkan seseorang, baik trampil maupun tidak untuk bisa tampil sebagai tokoh yang sukses, atau orang yang berkecukupan yaitu :
Memanfaatkan ledership yang berasal dari diri sendiri.
Memanfaatkan ledership orang lain.
Faktor keberuntungan ( luck atau hoki )

Karakteristik Wirausahawan.

Sejarah kewirausahaan menunjukkan bahwa Wirausahawan mempunyai karakteristik umum serta berasal dari kelas yang sama. Para pemula revolusi industri Inggris berasal dari kelas menengah dan menengah bawah. Dalam sejarah Amerika pada akhir abad ke sembilan belas, Heillbroner mengemukakan bahwa rata-rata Wirausahawan adalah anak dari orang tua yang mempunyai kondisi keuangan yang memadai, tidak miskin dan tidak kaya. Schumpeter menulis bahwa Wirausahawan tidak membentuk suatu kelas sosial tetapi berada dari semua kelas.

Menurut Mc Clelland, karakteristik Wirausahawan adalah sebagai berikut:

·      Keinginan untuk berprestasi.
Penggerak psikologis utama yang memotivasi Wirausahawan adalah kebutuhan untuk berprestasi, yang biasanya diidentifikasikan sebagai kebutuhan. Kebutuhan ini didefinisikan sebagai keinginan atau dorongan dalam diri orang yang memotivasi perilaku ke arah pencapaian tujuan. Pencapaian tujuan merupakan tantangan bagi kompetisi individu.

·      Keinginan untuk bertanggung jawab.
Wirausahawan menginginkan tanggung jawab pribadi bagi pencapaian tujuan. Mereka memilih menggunakan sumber daya sendiri dengan cara bekerja sendiri untuk mencapai tujuan dan bertanggung jawab sendiri terhadap hasil yang dicapai. Akan tetapi mereka akan melakukannya secara berkelompok sepanjang mereka bisa secara pribadi mempengaruhi hasil-hasil.

·      Preferensi kepada resiko-resiko menengah.
Wirausahawan bukanlah penjudi. Mereka memilih menetapkan tujuan-tujuan yang membutuhkan tingkat kinerja yang tinggi, suatu tingkatan yang mereka percaya akan menuntut usaha keras tetapi yang dipercaya bisa mereka penuhi.

·      Persepsi pada kemungkinan berhasil.
Keyakinan pada kemampuan untuk mencapai keberhasilan adalah kwalitas kepribadian Wirausahawan yang penting. Mereka mempelajari fakta-fakta yang dikumpulkan dan menilainya. Ketika semua fakta tidak sepenuhnya tersedia, mereka berpaling pada sikap percaya diri mereka yang tinggi dan melanjutkan tugas-tugas tersebut.

·      Rangsangan oleh umpan balik.
Wirausahawan ingin mengetahui bagaimana hal yang mereka kerjakan, apakah umpan baliknya baik atau buruk. Mereka dirangsang untuk mencapai hasil kerja yang lebih tinggi dengan mempelajari seberapa efektif usaha mereka.

·      Aktifitas enerjik.
Wirausahawan menunjukan enerji yang jauh lebih tinggi dibandingkan rata-rata orang. Mereka bersifat aktif dan mobil dan mempunyai proporsi waktu yang besar dalam mengerjakan tugas dengan cara baru. Mereka sangat menyadari perjalanan waktu. Kesadaran ini merangsang mereka untuk terlibat secara mendalam pada kerja yang mereka lakukan.

·      Orientasi ke masa depan.
Wirausahawan melakukan perencanaan dan berpikir ke depan. Mereka mencari dan mengantisipasi kemungkinan yang terjadi jauh di masa depan.

·      Ketrampilan dalam pengorganisasian.
Wirausahawan menunjukkan ketrampilan dalam organisasi kerja dan orang-orang dalam mencapai tujuan. Mereka sangat obyektif dalam memilih individu-individu untuk tugas tertentu. Mereka akan memilih yang ahli bukan teman agar pekerjaan bisa dilakukan dengan efisien.
·      Sikap terhadap uang.
Keuntungan finansial adalah nomor dua dibandingkan arti penting dari prestasi kerja mereka. Mereka hanya memandang uang sebagai lambang kongkret dari tercapainya tujuan dan sebagai pembuktian dari kompetensi mereka.

Potensi Kewirausahaan.

Karakteristik Wirausahawan sukses dengan semangat tinggi akan memberikan pedoman bagi analisa diri sendiri.

·      Kemampuan inovatif.
Inovasi memerlukan pencarian kesempatan baru. Hal tersebut berarti perbaikan barang dan jasa yang ada, menciptakan barang dan jasa baru, atau mengkombinasikan unsur-unsur produksi yang ada dengan cara baru dan lebih baik.

·      Toleransi terhadap kemenduaan (ambiguity).
Ini berarti kemampuan untuk berhubungan dengan hal yang tidak terstruktur dan tidak bisa diprediksi. Karakteristik ini berkaitan erat dengan proses inovatif.

·      Keinginan untuk berprestasi adalah tanda-tanda penting dari dorongan keWirausahaan.
Hal ini menandai para pemiliknya sebagai orang yang tidak mengenal menyerah di dalam mencapai tujuan yang telah mereka tetapkan sendiri.

·      Kemampuan perencanaan realistis.
Menetapkan tujuan yang menantang dan bisa diterapkan adalah tanda dari perencanaan realistis. Tujuan ditetapkan sesuai dengan tujuan dari Wirausahawan.

·      Kepemimpinan terorientasi pada tujuan.
Wirausahawan membutuhkan aktivitas yang mempunyai tujuan. Semangat yang tinggi memotivasi mereka untuk mengarahkan tenaga mereka dan rekan kerja serta bawahan mereka ke arah tujuan yang ditetapkan.

·      Obyektivitas.
Wirausahawan obyektif di dalam mengarahkan pemikiran dan aktivitas keWirausahaannya dengan cara pragmatis. Wirausahawan mengumpulkan fakta-fakta yang ada, mempelajarinya dan menentukan arah tindakan dengan cara-cara praktis.

·      Tanggung jawab pribadi.
Wirausahawan memikul tanggung jawab pribadi, mereka menetapkan tujuan sendiri dan memutuskan bagaimana cara mencapai tujuan tersebut dengan kemampuan mereka sendiri.

·      Kemampuan beradaptasi.
Para Wirausahawan mampu menyesuaikan diri dan beradaptasi dengan perubahan lingkungan. Ketika Wirausahawan terhambat oleh kondisi yang berbeda dari apa yang mereka harapkan, mereka tidak menyerah, namun melihat situasi secara obyektif.

·      Kemampuan sebagai pengorganisasi dan administrator.
Wirausahawan mempunyai kemampuan mengorganisasi dan administasi di dalam mengidentifikasi dan mengelompokkan orang-orang berbakat untuk mencapai tujuan. Mereka menghargai kompetensi dan akan memilih para spesialis untuk mengerjakan tugas dengan efisien.

JANGAN BACA INI

Dalam tulisan kali ini saya akan saya membahas tentang kewirausahaan.

Secara konseptual Kewirausahaan mempunyai arti learning about entrepreneurship dimana seseorang belajar mengembangkan kemampuan yang dimiliki untuk menciptakan sesuatu yang baru .
Kewirausahaan tidak sama dengan berdagang, namun berdagang itu sendiri merupakan bagian dari kewirausahaan.
Ada 2 aspek yang dibutuhkan dalam kewirausahaan , yaitu :
1. Mindset (pola pikir) , maksudnya pola pikir yang kreatif , inovatif serta dapat mengembangkan atau mengubah sesuatu menjadi hal baru menjadi unik.
2. Methode ( pola tindakan) , maksudnya tindakan yang dilakukan untuk membuat sesuatu hal yang baru itu .
Isi dari mindset wirausaha , diantaranya :
a.memiliki "locus of control internal" , adalah pusat kendali kehidupan seseorang yang berasal dari kemauan atau tekad yang kuat untuk menjadi pribadi yang tidaak terparuh oleh orang lain

Tentang Kewirausahaan


Kewirausahaan tidak sama dengan berdagang. Kewirausahaan adalah suatu bentuk usaha kita dalam bentuk apapun denan kreatifitas kita sendiri dan juga dapat menarik pelanggan yang dapat menguntungkan dalam usaha kita. Kewirausahan di bagi 2 yaitu, Mindset dan Methode. Mindset adalah pola pikir seseorang untuk memanfaatkan peluang. Mindset itu sendiri mempunyai 10 kriteria yaitu; memilliki locus of control internal & eksternal(pusat pengendalian kehidupan seseorang),memiliki toleransi terhadap ambiguitas,kesediaan untuk menggaji orang yang lebih cerdas,konsisten untuk selalu berkreatifitas,membangun dan mengubah berbagai hal,dorongan yang kuat untuk peluang dan kesempatan,rasa urgenitas yang tinggi,preseverence,resilience,optimis,dan memiliki rasa humor terhadap diri sendiri. Dari 10 kriteria orang yang memiliki mindset,saya akan mengembangkan salah satu pointnya,yaitu point ke 7 adalah preseverence yang artinya tidak hanya ide tetapi berjuang untuk mengembangkan ide tersebut. Alasannya,saya tidak hanya ingin mengemukakan ide dan kreatifitas saya  saja,tetapi saya akan mengembangkan ide dan kreatifitas saya agar usaha yang saya lakukan dapat berjalan dengan maksimal tanpa ada hambatan apapun yang dapat mengganggu usaha saya dan akan lebih memotivasi diri sendiri untuk terus majuJ
Ada beberapa bentuk-bentuk kewirausahaan yang pertama,kewirausahaan pemerintah yaitu untuk mengelola sumber daya secara efektif dan efesien,kedua,kewirausahaan akademis yaitu seseorang yang dapat membantu kita dalam kelancaran berbisnis ,ketiga,kewirausahaan bisnis yaitu seseorang yang bekera di suatu perusahaan tetapi dia tetap memiliki kreatifitas yang tinggi dalam usahanya dia di dalam pekerjaan,keempat,kewirausahaan sosial yaitu suatu aktivitas bisnis yang dapat menyelesaikan masalah sosial dalam berwirausaha.
Dari beberapa bentuk kewirausahaan tersebut,mungkin saya akan mengikuti bentuk yang ketiga yaitu ‘kewirausahaan bisnis’ karena saya ingin mengembangkan kreatifitas saya dalam usaha berbisnis saya,tidak hanya itu saya pun akan berusaha atau berjuang untuk usaha saya dalam pasang surutnya dunia bisnis di Indonesia.
Jadi,mari menjadi wirausaha muda yang kreatif,inovatif,dan dapat menjadi inspirasi orang banyak!
Astrid Pradipta (170103120051)

Wednesday, May 8, 2013

kewirausahaan

kewirausahaan adalah proses mengidentifikasi, mengembangkan, membawa visi ke dalam kehidupan. visi ini berupa inovatif, ide, peluang atau cara yang lebih baik untuk menjalankan sesuatu. visi disini bisa juga disebut atau diartikan sebagai kondisi yang di harapkan di masa depan atau masa yang akan datang.
seseorang yang biasa-biasa saja bisa menciptakan kewirausahaan dengan baik apabila orang itu harus mempunyai rasa percaya diri, kreatif, dan selalu berjuang untuk mendaptkan kewirausahaan itu.
disini dalam kewirausahaan juga harus mempunyai EC (entership company) yaitu terdiri dari methode. methode ini ada beberapa bagian yaitu seperti who, where, what, why, how.
pani pebriani

Harapan Mahasiswa terhadap Entrepreneur Company


Elly Muamillah
170103120044

Harapan saya pada entrepreneurcompany saat ini J
Atas apa yang telah kita pelajari selama ini kita mendapatkan ilmu dan wawasan yang sangat banyak serta bermanfaat bagi kita semua dan semoga dapat menyerapnya dan mengapikasikannya pada kehidupan pribadi masing-masing sehingga kita menjadi Sumber Daya Manusia yang kreatif, inisiatif dan seluruh mahasiswa menjadi golongan kanan.

Entrepreneur Company merupakan salah satu sarana yang menurut saya kita harus memanfaatkannya semaksimal mungkin, karena Entrepreneur Company adalah salah satu jalan menuju kesuksesan dimana kita dapat meluapkan seluruh ide-ide kita baik itu secara bentuk produk maupun wacana-wacana yang dishare sehingga dapat bermanfaat bagi semua kalangan yang melihatnya. Bukan hanya itu saja, adanya Entrepreneur Company pun kita maupun EC melatih dan berpeluang menjadi seseorang yang berjiwa Opportunity Creator (menciptakan atau memberi kesempatan).

Saya berharap Entrepreneur Company tetap bertahan dan terus berkembang hingga dapat menciptakan generasi muda yang sukses, berbakat, dan memiliki tekad yang kuat dalam melakukan perubahan untuk diri sendiri dan bermanfaat untuk semua orang agar lebih baik kedepannya.
 
 
Copyright 2012 Entrepreneur Company. Powered by Blogger
Blogger by Blogger Templates and Images by Wpthemescreator
Personal Blogger Templates